Pengertian dan Prinsip Komunikasi Islam
A.
Pengertian
Komunikasi Islami
Kali ini kita akan membahas mengenai komunikasi Islami. Oke
langsung saja kita akan membahasnya.
Komunikasi Islam berfokus pada teori-teori komunikasi yang
dikembangkan oleh para pemikir Muslim. Tujuan akhirnya adalah menjadikan
komunikasi Islam sebagai komunikasi alternatif, terutama dalam menjunjung
tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang bersesuaian dengan fitrah penciptaan
manusia. Kesesuaian nilai-nilai komunikasi dengan dimensi penciptaan fitrah
kemanusiaan itu memberi manfaat terhadap kesejahteraan manusia sejagat.
Sehingga dalam perspektif ini, komunikasi Islam merupakan proses penyampaian
atau tukar menukar informasi yang menggunakan prinsip dan kaedah komunikasi
dalam Alquran. Komunikasi Islam dengan demikian dapat didefenisikan sebagai
proses penyampaian nilai-nilai Islam dari komunikator kepada komunikan dengan
menggunakan prinsip-prinsip komunikasi yang sesuai dengan Alquran dan Hadis.
B.
Prinsip
Komunikasi Islam
Komunikasi Islam adalah proses penyampaian pesan-pesan keislaman
dengan menggunakan prinsip-prinsip komunikasi dalam Islam. Dengan pengertian
demikian, maka komunikasi Islam menekankan pada unsur pesan, yakni risalah atau
nilai-nilai Islam, dan cara, dalam hal ini tentang gaya bicara dan penggunaan
bahasa. Pesan-pesan keislaman yang disampaikan dalam komunikasi Islam meliputi
seluruh ajaran Islam, meliputi akidah (iman), syariah (Islam), dan akhlak
(ihsan). Soal cara (kaifiyah), dalam Al-Quran dan Al-Hadits ditemukan berbagai
panduan agar komunikasi berjalan dengan baik dan efektif. Kita dapat
mengistilahkannya sebagai kaidah, prinsip, atau etika berkomunikasi dalam
perspektif Islam.
Dalam berbagai literatur tentang komunikasi Islam kita dapat
menemukan setidaknya enam jenis gaya bicara atau pembicaraan (qaulan) yang
dikategorikan sebagai kaidah, prinsip, atau etika komunikasi Islam, yakni (1)
Qaulan Sadida, (2) Qaulan Baligha, (3) Qulan Ma’rufa, (4) Qaulan Karima, (5)
Qaulan Layinan, dan (6) Qaulan Maysura.
1. QAULAN SADIDA
Qaulan Sadidan berarti pembicaran, ucapan, atau perkataan yang
benar dan tegas, baik dari segi substansi (materi, isi, pesan) maupun redaksi
(tata bahasa). Dari segi substansi, komunikasi Islam harus menginformasikan
atau menyampaikan kebenaran, faktual, hal yang benar saja, jujur, tidak
berbohong, juga tidak merekayasa atau memanipulasi fakta.
2. QAULAN BALIGHA
Kata baligh berarti tepat, lugas, fasih, dan jelas maknanya. Qaulan
Baligha artinya menggunakan kata-kata yang efektif, tepat sasaran, komunikatif,
mudah dimengerti, langsung ke pokok masalah (straight to the point), dan tidak
berbelit-belit atau bertele-tele.
3. QAULAN MA’RUFA
Qaulan Ma’rufa artinya perkataan yang baik, ungkapan yang pantas,
santun, menggunakan sindiran (tidak kasar), dan tidak menyakitkan atau
menyinggung perasaan. Qaulan Ma’rufa juga bermakna pembicaraan yang bermanfaat
dan menimbulkan kebaikan (maslahat).
Qaulan Ma’rufa bagi seorang pendidik akan menjadi sebuah
keteladanan. Tutur kata seorang guru mencerminkan dirinya. Seorang peserta
didik akan merasa segan karena wibawa seorang pendidik berawal dari tutur
katanya. Dalam situasi apapun seorang pendidik harus mampu mengendalikan
perkataannya kepada siapa saja.
4. QAULAN KARIMA
Qaulan Karima adalah perkataan yang mulia dibarengi dengan rasa
hormat dan mengagungkan, enak didengar, lemah-lembut, dan bertatakrama. Dalam
ayat tersebut perkataan yang mulia wajib dilakukan saat berbicara dengan kedua
orangtua. Kita dilarang membentak mereka atau mengucapkan kata-kata yang
sekiranya menyakiti hati mereka.
Qaulan Karima harus digunakan khususnya saat berkomunikasi dengan
kedua orangtua atau orang yang harus kita hormati. Seorang pendidik
mengharapkan dihormati oleh peserta didiknya haruslah ia terlebih dahulu yang
memberi contoh bagaimana menghormati orang lain.
5. QAULAN LAYINA
Qaulan Layina berarti pembicaraan yang lemah-lembut, dengan suara
yang enak didengar, dan penuh keramahan, sehingga dapat menyentuh hati. Dalam
Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, yang dimaksud layina ialah kata kata sindiran,
bukan dengan kata kata terus terang atau lugas, apalagi kasar.
6. QAULAN MAYSURA
Qaulan Maysura bermakna ucapan yang penuh pengertian ( mudah
dimengerti) dan dipahami oleh komunikan sehingga menimbulkan penuh pengertian.
Makna lainnya adalah kata-kata yang menyenangkan atau berisi hal-hal yang
menggembirakan.
Demikian tadi pembahasan mengenai komunikasi Islami, semoga artikel
ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua.
Nama : Miqdad Niazi
NIM : 1740210045
Mata Kuliah : Ilmu Komunikasi
Dosen : Primi Rohimi, S.Sos, MSI
Komentar
Posting Komentar